Royal Golden Eagle

      No Comments on Royal Golden Eagle

 

 

Royal Golden Eagle Ikut Mengurangi Pengangguran di Daerah

Source: Go Riau

 

Terpaksa menjadi pengangguran karena tidak memperoleh pekerjaaan mungkin merupakan mimpi buruk bagi sebagian besar orang. Siapa saja tidak mau mengalaminya. Namun, kenyataan yang ada, tidak mudah untuk bisa memperoleh pekerjaan. Inilah yang sekarang hendak “diperangi” oleh  Royal Golden Eagle (RGE).

 

Perusahaan yang dulu bernama Raja Garuda Mas tersebut memang memiliki misi lain di luar bisnisnya. Oleh pendirinya, SukantoTanoto, semua lini usaha Royal Golden Eagle diwajibkan untuk memberi manfaat kepada pihak lain. Sukanto Tanoto merumuskannya dalam prinsip kerja 5C yang berisi keharusan untuk berguna terhadap masyarakat, pelanggan, negara, hingga aktif menjaga keseimbangan alam.

Problem terkait pengangguran harus diakui masih menjadi masalah besar bagi Indonesia. Pemerintah Indonesia belum mampu menghapusnya seratus persen. Masih saja banyak pihak yang terpaksa tidak memiliki gantungan hidup dan menganggur.

 

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), per Februari 2017, jumlah pengangguran di negeri kita mencapai 7,01 juta orang. Jumlah itu mencapai 5,33 persen dari populasi rakyat Indonesia.

 

Dikatakan oleh Kepala BPS, Suhariyanto, jumlah pengangguran justru lebih banyak di perkotaan. Tingkat orang yang tidak mendapatkan pekerjaan di pedesaan malah lebih rendah. Hal ini jelas menjadi kabar menggembirakan karena pasti akan menekan tingkat urbanisasi.

 

Royal Golden Eagle  memang telah berkiprah banyak untuk ikut mengurangi jumlah pengangguran. Sebagai korporasi skala internasional, mereka telah membuka banyak lapangan kerja. Tercatat, hingga kini, RGE mampu mempekerjakan 60 ribu karyawan.

 

Akan tetapi, semua itu dirasa belum cukup. RGE masih melakukan banyak hal lain untuk semakin memperkecil jumlah pengangguran di Indonesia. Salah satunya ialah dengan aktif memberikan akses pendidikan kepada mereka yang kesulitan dalam segifinansial.

 

Contoh pelakunya adalah anak usaha RGE yang bergerak dalam industri pulp and paper, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). Mereka rajin memberikan beasiswa perguruan tinggi untuk para siswa di daerah, khususnya bagi mereka yang berdomisili di Provinsi Riau.

 

Anak usaha RGE ini menyalurkan nya lewat program Community Development (CD). Mereka biasa memberi kesempatan kepada para siswa lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melanjutkan keperguruan tinggi. Sesudahnya para siswa itu bisa bekerja di perusahaan mereka setelah lulus dengan sistem ikatan dinas selama lima tahun.

 

Salah satu yang mendapatkannya adalah Randi. Pemuda berumur 20 tahun asal Kabupaten Kuansing ini memperoleh beasiswa dari RAPP pada 2015. Randi mengaku sangat senang karena begitu membutuhkannya.

 

Bagaimana tidak, Randi hidup dalam keluarga sederhana lima bersaudara. Ayahnya telah meninggal dunia pada 2012 lalu. Akibatnya ibunya kini seorang diri menghidupi keluarganya.

 

Dalam kondisi seperti itu, Randi membayangkan akan sulit mengenyam pendidikan tinggi. Padahal, pendidikan yang berkualitas akan memudahkannya meraih kehidupan yang lebih baik. Selain itu, Randi juga akan semakin gampang untuk mendapatkan pekerjaan.

 

Beruntung ada beasiswa dari linibisnis RGE, RAPP. Setelah menjalani serangkaian tes, Randi lolos. Ia berhak kuliah keInstitut Pertanian Stiper Yogyakarta. Mimpi Randi untuk bisa kuliah akhirnya terwujud.

 

Namun, masihada “bonus” lain yang bisa diperoleh Randi. Sesudah lulus kuliah, ia tak perlu mencari pekerjaan. Ia bisa kembali kekampung halaman dan bekerja di Royal Golden Eagle. Tak heran, Randi merasa sangat senang.

 

”Terimakasih kepada RAPP yang sudah memberikan kesempatan menggapai cita-cita saya untuk menimba ilmu hingga keperguruan tinggi. Saya akan memberikan seluruh kemampuan yang saya miliki untuk memajukan perusahaan nantinya,” ujar mantan Ketua OSIS SMAN 1 Sungai Mandau itu.

KEGIATAN TAHUNAN

Source: Go Riau

 

Randi hanya merupakan salah satu contoh penerima beasiswa CD dari RAPP. Anak perusahaan Royal Golden Eagle ini sudah rutin memberikan beasiswa kepada berbagai pihak setiap tahun.

 

Menurut catatan yang dilaporkan oleh Go Riau, per 2016, RAPP telah menyalurkan beasiswa untuk 362 siswa SMA maupun murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Total dana yang dikeluarkan untuk menggulirkan program tersebut pun tak main-main. Per tahun, unit bisnis RGE itu mengeluarkan setidaknya Rp1 miliar untuk program beasiswa.

 

Akan tetapi, sejalan dengan prinsip kerja perusahaan yang hendak memberi manfaat kepada pihak lain, RAPP konsisten melakukannya. Mereka berharap kehidupan banyak pihak akan tertolong dengan pemberian beasiswa tersebut. Maklum saja, pendidikan yang berkualitas diyakini sebagai kunci untuk mengubah hidup menjadi lebih baik.

 

Penerima beasiswa CD RAPP biasanya adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu. Cita-cita mereka banyak yang sederhana, yakni ingin segera bekerja untuk membantu orang tua. Ini yang akhirnya “ditangkap” oleh perusahaan yang bernama awal Raja Garuda Mas itu dengan membuka beasiswa ikatan dinas.

 

Karena mendapatkan kepastian pekerjaan, penerima beasiswa tersebut tidak sembarangan. Banyak proses seleksi yang dilakukan supaya benar-benar memperoleh kandidat yang cocok.

 

“Mereka yang lolos ini telah melewati proses seleksi psikotest dan interview beberapa waktu lalu. Kemudian kami mengumumkannya melalui bagian estate,” ujar Koordinator program Community Development (CD) RAPP, VonneKandou, kepada Go Riau.

 

Pemberian ikatan dinas tersebut jelas menambah kesempatan kerja. Ini berarti Royal Golden Eagle secara tidak langsung membantu menurunkan tingkat pengangguran di daerah.

 

Meski begitu, RGE tidak membuka kesempatan beasiswa ikatan dinas belaka. Mereka pun menyalurkan beasiswa lain semata-mata agar masyarakat di sekitar perusahaannya bisa mengenyam pendidikan yang baik.

 

Salah satu yang merasakannya adalah Andriyanto yang berasal dari Kuantan Singingi. Ia mengaku merasa sangat terbantu dengan mendapatkan beasiswa CD dari RAPP sejak 2015. Pasalnya, dirinya berarti bisa membiayai sekolah sendiri.

 

Sebelumnya Andriyanto kesulitan untuk membiayai pendidikannya. Ia hanya mengandalkan ibunya sebagai penopang biaya sekolahnya. Pasalnya, sang ayah sudah meninggal. Namun, malang tak dapat ditolak, ibu Andriyanto menderita sakit sehingga tidak mampu bekerja penuh.

 

Beruntung ada beasiswa CD RAPP. Sulung dari tiga bersaudara ini bisa terus sekolah. Usai lulus, Andriyanto berharap bisa dengan cepat memperoleh pekerjaan karena memiliki ijazah pendidikan yang memadai.

 

“RAPP jangan berhenti memberikan dan terus membantu para siswa yang tidak mampu untuk meneruskan pendidikannya,” ujar Andriyanto seperti dikutip Go Riau.

 

Harapan Andriyanto dan pihak lain yang ingin RAPP tidak henti memberikan beasiswa untuk membantu mengurangi pengangguran dipastikan tidak akan berhenti. Sebagai anak perusahaan Royal Golden Eagle, RAPP memang hendak mewujudkan prinsip kerja yang digariskan pendirinya, SukantoTanoto, secara nyata. Mereka ingin pihaknya berguna bagi pihak lain khususnya masyarakat dan negara secara umum.

 

“Beasiswa ini merupakan komitmen dari Founding Father (pendiri perusahaan, Red.) kami, Pak Sukanto Tanoto yang dulunya tidak sempat merasakan pendidikan kejenjang lebih tinggi. Semoga dengan adanya bantuan ini, para siswa semakin semangat dan giat dalam belajar agar tetap berprestasi,” ujar Estate Manager RAPP Cerenti, Rudiyanto di Go Riau.

 

Beasiswa merupakan salah satu jalan untuk mempermudah akses pendidikan. Dengan mendapatkannya, kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha sendiri akan semakin besar. Secara tidak langsung, kegiatan Royal Golden Eagle ini akan membantu mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *